Inilah sosok perawat cantik yang tewas ditembak sniper Israel


NAMA Razan al-Najjar (21) baru-baru ini menghiasi pemberitaan media-media di dunia. Najjar adalah seorang perawat yang ditembak mati sniper Israel saat menjalankan tugas kemanusiaan di tengah-tengah demonstran “Great March of Return” di Gaza.

Perawat cantik tersebut berasal dari Khuzaa, Jalur Gaza, Palestina. Tak seperti gadis lain seusianya, Najjar justru memilih bertaruh nyawa untuk menyelamatkan para demonstran yang terluka karena serangan militer Israel.

Publik Gaza menjulukinya “guardian angel” atau “malaikat pelindung”. Julukan itu melekat karena kiprahnya dalam menyelamatkan para demonstran Palestina yang terluka oleh tembakan pasukan Israel.

Sebelum kematiannya, dia bercerita sekilas mengapa memilih menjalani hidup yang sangat berbahaya ini. Najjar ingin membuktikan bahwa perempuan memiliki peran dalam masyarakat konservatif Palestina di Gaza.

“Menjadi tenaga medis bukan hanya pekerjaan untuk seorang pria. (Profesi) ini untuk wanita juga,” kata Najjar, saat wawancara dengan The New York Times di kamp demonstran Gaza, Mei 2018.

Sayangnya, sukarelawan medis Gaza itu gugur ketika peluru sniper Israel menembus dadanya pada hari Jumat dalam demonstrasi massal bertajuk “Great March of Return.”

Aksi demonstrasi tersebut adalah gerakan warga Palestina untuk kembali ke tanah kelahirannya yang diduduki Israel, sejak negara Yahudi itu berdiri.

Saksi mata bernama Ibrahim al-Najjar (30) mengatakan, satu jam sebelum senja pada hari Jumat (1/6/2018), atau minggu ke-10 dari protes massal, perawat dengan mantel putih itu berlari ke garis depan untuk menyelamatkan seorang demonstran yang kepalanya dihantam oleh tabung gas air mata Israel.

Namun, aksi penyelamatan itu menjadi misi terakhir bagi Najjar. Sebab, saat menolong demonstran yang terluka tersebut, sniper Israel menembakkan dua hingga tiga peluru dari seberang pagar perbatasan. Tembakan itu menghantam tubuh bagian atas Najjar. Dia dinyatakan meninggal tak lama kemudian.

Saksi lain dan Kementerian Kesehatan Gaza memberikan laporan dengan versi yang sedikit berbeda. Menurut mereka, Najjar dan paramedis lain berjalan menuju pagar dengan kondisi mengangkat tangan. Aksi angkat tangan itu berlangsung selama upaya mengevakuasi para pengunjuk rasa yang terluka, tapi Najjar ditembak di dada.

Militer Israel pada hari Sabtu (2/6/2018) mengatakan bahwa kasus kematian Najjar akan diselidiki.

“Militer telah berulang kali memperingatkan warga sipil agar tidak mendekati pagar dan mengambil bagian dalam insiden kekerasan dan serangan teroris dan akan terus bertindak secara profesional dan bertekad untuk melindungi warga sipil Israel dan infrastruktur keamanan Israel,” bunyi pernyataan militer rezim Zionis tersebut.

Najjar tercatat sebagai orang Palestina ke-119 yang tewas sejak protes massal yang dimulai sejak 30 Maret 2018 lalu. Najjar meninggal dalam misi kemanusiaan, di hari Jum’at bulan Ramadhan. ( islampos.com )

0 Response to "Inilah sosok perawat cantik yang tewas ditembak sniper Israel"

Posting Komentar